Bagi siswa-siswi SMK N 7 Purworejo, masa Pandemi Covid-19, ternyata mampu menciptakan insting bisnis. Hal itu terungkap dalam Diskusi Sharing Bisnis Wirausaha Muda SMK N 7 Purworejo, dengan tema ‘Tetap Kreatif dan Produktif di Masa Pandemi,’ Kamis (03/12/2020).

Sebagai buktinya, tercatat ada 113 siswa SMK N 7 Purworejo yang memulai bisnis sejak awal masa Pendemi, dan masih bertahan hingga sekarang, bahkan makin berkembang.

“Ini membuktikan, bahwa masa pandemi bisa memunculkan kreativitas seseorang, khususnya dalam bidang bisnis. Itu yang terjadi pada anak didik kami,” jelas Agus Triyana, SPd, Kamis (03/12/2020), usai memimpin jalannya diskusi.

Dalam diskusi yang diikuti 16 peserta itu, para peserta menyampaikan pengalamannya dalam berbisnis. Beragam alasan, menjadikan mereka menjadi wirausaha muda.

Seperti pengalaman Sintia Permatasari. Siswa kelas XII jurusan TITL 2 itu, memulai bisnis pakaiannya (sandang) secara online sejak awal pandemi. Banyak pengalaman suka duka yang dialami Sintia, dalam menjalankan bisnisnya itu, dari di PHP calon pembeli, hingga pesanan yang tak diambil. Namun justru hal itu, membuat Sintia makin berhati-hati.

“Saya promosikan lewat FB. Jika ada yang minat, obrolan/pesanan dilanjutkan lewat chat, dan diakhiri dengan COD (cash on delivery). Sementara ini, baru lingkup Purworejo saja,” ungkap Sintia.

Dari bisnis yang ditekuninya itu, Sintia mengaku bisa mendapatkan keuntungan antara Rp 1,5 juta hingga Rp 2 juta per bulan. Kini Sintia punya strategi baru untuk meningkatkan omset penjualannya itu.

Lain Sintia, lain pula pengalaman Risma, siswa kelas XII Tata Busana 1. Risma, terjun dalam bisnis cireng dan geblek. Olahan produk gorengan itu, dia titipkan pada tukang sayur. Setiap hari, dari bahan baku 2 kg, selalu ludes terjual.

“Alhamdulillah, keuntungannya mencapai Rp 600 ribu perbulan. Lumayan buat membantu orangtua,” ujar Risma.

Ide munculnya insting bisnis Risma untuk berjualan cireng dan geblek itu, karena prihatin melihat dagangan gorengan ibunya yang makin sepi karena pandemi. Dari situlah, Risma memiliki ide untuk menambah jenis produk gorengan dengan cireng dan gebleknya. Dan Alhamdulillah berjalan lancar.

Pengalaman dari Sintia dan Risma, kata Agus Triyana, merupakan bagian kecil dari pengalaman wirausaha muda lainnya yang ada di SMK N 7 Purworejo. Dari pengalaman-pengalaman itu, diharapkan bisa memotivasi anak-anak lainnya, untuk berwirausaha.

“Sesuai visi misi SMK N 7 Purworejo, siap bekerja siap berwirausaha,” kata Agus Triyana.

Dari pihak sekolah, dalam hal ini guru kewirausahaan, jelas Agus Triyana, sangat mendukung dengan memberikan motivasi pada siswa-siswinya dalam berwirausaha. Toh begitu, Agus berpesan, untuk tidak meninggalkan tugas utamanya dalam belajar.

“Kedepan, kita harapkan akan lebih banyak lagi anak-anak yang terinspirasi untuk mengikuti kegiatan wirausaha ini. Nanti kita kembangkan sekolah ini menjadi sekolah pencetak wirausaha, dengan mengambil inspirasi dari mereka,” pungkas Agus Triyana.